Kamis, 20 Juni 2013

Warta Urang

Harga Daging Ayam dan Telur Merangkak Naik

   

Harga Daging Ayam dan Telur Merangkak Naik
SEORANG pedagang daging ayam di Pasar Inpres Sumedang, sedang menunggu konsumen, Rabu (19/6/2013). Imbas kenaikan harga daging ayam, tingkat penjualannya mengalami penurunan. | ADANG JUKARDI/"PRLM"
SUMEDANG .- Harga daging dan telur ayam terus merangkak naik. Pekan lalu, harga daging ayam Rp 27.000 per kilogram, kini melonjak menjadi kisaran Rp 29.000 hingga Rp 30.000 per kilogram.
Kenaikan harga daging ayam tersebut, diyakini para pedagang akan terus berlangsung hingga menjelang bulan puasa nanti. Harga daging ayam menjelang bulan puasa dua minggu mendatang, diperkirakan bisa menembus Rp 32.000 per kilogram. 

Begitu pula dengan harga telur ayam. Pekan lalu harganya masih bertengger di kisaran Rp 15.000 - Rp 16.000 per kilogram. Kini harganya melambung menjadi kisaran Rp 19.000 - Rp 20.000 per kilogram.
“Akan tetapi, kenaikan harga daging ayam ini bukan pengaruh rencana kenaikan BBM, melainkan dampak dari mahalnya harga DOC (days old chick/anak ayam umur satu hari),” kata Ny. Dedeh Kuraenah (50), pedagang daging ayam di Pasar Inpres Sumedang, Rabu (19/6/2013).

Menurut dia, mahalnya harga DOC sudah berlangsung lama. Dari asalnya harga DOC Rp 4.500 per ekor, naik menjadi Rp 7.000 per ekor. Kenaikan harga DOC tersebut, berimbas pada kenaikan harga daging ayam di pasar tradisional. 

“Kalau harga DOC-nya naik, sudah pasti harga daging ayamnya pun ikut naik,” kata Ny. Dedeh.
Kenaikan harga daging ayam tersebut, kata dia, mempengaruhi pada penjualannya. Penjualan daging ayam di kiosnya mengalami penurunan. Dari kondisi normal setiap hari mampu menjual daging ayam hingga 3,5 kuintal, kini menurun menjadi 3 kuintal. 

“Konsumennya sekarang lagi sepi. Kalau pasokan barang, sampai sekarang masih stabil. Cuma harganya saja yang terus merangkak naik. Kenaikan harga daging ayam ini, diikuti kenaikan harga telur ayam,” tuturnya.

Menurut Hj. Ebah (52) salah seorang pedagang telur ayam dan daging sapi di Pasar Inpres, harga telur ayam saat ini mengalami kenaikan. Minggu lalu harganya kisaran Rp 15.000 - Rp 16.000 per kilogram. Kini harganya melonjak menjadi kisaran Rp 19.000 - Rp 20.000 per kilogram. Kenaikan harga telur ayam tersebut, diakui dampak dari kenaikan harga daging ayam dan mahalnya DOC.
Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/239415

Warta Urang

About Warta Urang

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :