ads

Slider[Style1]

Daerah

Kesehatan

Pendidikan

Nasional

Olahraga

Tukang Ketupat Awal Penangkapan Pelaku Pengedar Uang Palsu

Sumedang, SN - Polres Sumedang berhasil mengamankan RR (32) warga Talun, Sumedang tersangka pengedar uang palsu beserta barang bukti 13 lembar uang palsu pecahan seratus ribu rupiah.
Kasatreskrim Polres Sumedang, AKP Niko Adi Putra mengatakan, penangkapan tersebut berawal dari laporan pedagang ketupat yang merasa curiga dengan uang yang diterimanya dari tangan tersangka saat membeli barang dagangannya.

"Tersangka mengaku mendapatkan uang dari seseorang yang kini dalam pengejaran dengan cara membeli seharga lima ratus ribu rupiah dan mendapatkan 20 lembar uang palsu pecahan seratus ribu," ujar AKP Niko kepada wartawan, Selasa (20/1).

AKP Niko melanjutkan, uang yang didapati dari tersangka hanya 13 lembar karena yang 7 lembar lagi sudah pelaku belanjakan di berbagai warung di Sumedang dan Tasikmalaya.
"Tersangka kini mendekam di ruang tahanan Mapolres Sumedang, yang bersangkutan ditahan karena melanggar pasal 36 ayat 3 UU No 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," jelasnya.

Sumber : http://kriminalitas.com/news/detail/2052/Tukang-Ketupat-Awal-Penangkapan-Pelaku-Pengedar-Uang-Palsu

Kejati Belum Jadwalkan Penahanan Bupati Sumedang

Sumedang, SN - Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar masih mendalami kasus dugaan korupsi dana perjalanan dinas DPRD Kota Cimahi tahun 2011, yang melibatkan Bupati Sumedang Ade Irawan. Saat ini penyidik tengah memeriksa kembali berkas perkara, dan mengembangkan lebih lanjut kasus yang terjadi saat Ade Irawan menjabat ketua DPRD Kota Cimahi. Sampai saat ini,

Ade sendiri, saat ini masih menjalankan roda pemerintahan sebagai Bupati Sumedang. Pihak Kejati pun belum berencana menahan Ade Irawan yang ditetapkan sebagai tersangak sejak 18 September 2014 lalu dalam kasus korupsi yang ditaksir merugikan negara hingga Rp1,7 miliar tersebut.

"Belum ada penahanan. Itu kan kebijakan penyidik untuk menahan yang bersangkutan." jelas Kasi Penerangan Hukum Kejati Jabar Suparman saat ditemui di kantornya, Jalan RE Martadinata Kota Bandung, Selasa (20/1/2015).

Berkas yang diperoleh dari hasil pemeriksaan kedua kemarin masih dalam tahap pengembangan, dan masih berlanjut. Nasib politi Partai Demokrat ini maih menunggu hasil pengembangan kasus yang dilakukan penyidik."Perkara ini tetap berjalan, dan akan dilanjutkan namun butuh waktu." pungkasnya.

Sumber : http://www.juaranews.com/berita/1991/20/01/2015/kejati-belum-jadwalkan-penahanan-bupati-sumedang

Sumedang Masih Siaga Bencana

Sumedang, SN - Pemerintah Kab.Sumedang, hingga saat ini tetap memberlakukan siaga bencana, disejumlah daerah rawan longsor dan banjir. Meliputi sebagian wilayah Kec.Sumedang Selatan, Rancakalong, Ganeas, Tanjungmedar, Cimanggung, Jatinangor, dan Darmaraja.

Hal itu menyusul masih tingginya instensitas hujan yang terjadi di wilayah Kab.Sumedang. "Status siaga bencana, masih tetap berlaku. Dan sekarang kendali koordinasi sampai ke tingkat kecamatan ada di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten," kata Kepala Satpol PP Kab.Sumedang, H.Asep Sudrajat, kepada galamedianews.com, Selasa (20/1/2015).

Menyikapi hal itu, masyarakat yang bermukim di daerah rawan bencana diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Bahkan jika dipandang perlu, dimohon untuk sementara waktu mencari tempat yang aman, terutama pada saat turun hujan.

"Selama ini, fenomena alam yang terjadi seperti longsor dan banjir, ada kolerasinya dengan instensitas hujan yang tinggi. Oleh karena itu, kami mengimbau, agar masyarakat yang bermukim di daerah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan. Dan alangkah lebih baik lagi, jiga mencari tempat yang aman, seperti menumpang tinggal di rumah saudara untuk sementara waktu," ujarnya.

Sumber : http://m.galamedianews.com/daerah/7113/sumedang-masih-siaga-bencana.html

Ini Yang Terjadi Kalau Kades di Kabupaten Sumedang Dimutasi

SUMEDANG, SN – Puluhan pejabat eselon IV kecamatan yang menjadi penjabat kepala desa tapi dimutasi dan pindah kerja diminta untuk mengajukan surat pengunduran diri.
Pengunduran diri dri pejabat kepala desa ini karena mereka tak lagi bekerja di kecamatan tapi dimutasi keluar kantor kecamatan.

“Banyak sekali PNS pejabat kepala desa yang mutasi mungkin jumlahnya puluhan, tapi jumlah pastinya masih dihitung,” kata Kepala Bidang Pemerintahan Desa pada Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BPMPDKBPP), Herry Harjadinata, Senin (19/1/2015).

Menurut Herry, PNS di kecamatan yang menjadi pejabat kepala desa itu semuanya ada 80 orang.
“Pascamutasi, sudah ada yang datang melapor ke kami bahwa tidak bisa melaksanakan tugas menjadi pejabat kepala desa karena sudah mutasi ke Satuan Polisi Pamong Praja,” katanya.

Pihaknya, terang dia, menyarankan kepada yang bersangkutan untuk mengundurkan diri saja dari penjabat kepala desa. “Kami sarankan untuk mengajukan pengundurian dari dari penjabat kepala desa karena tidak mungkin dua jabatan dilaksanakan dalam satu waktu sementara menjadi penjabat kepala desa setiap hari harus ngantor atau bekerja melayani masyarakat di desa,” katanya.

Saat ini ada 80 desa yang harus segera melaksanakan pemilihan kepala desa itu. Selain karena habis jabatan, dua desa diantaranya karena kadesnya meninggal dunia. Pilkades akan dilakukan serempak tapi masih menunggu perda tentang pilkades dan pilkades serentak dibuat dulu.

Sumber : http://jabar.tribunnews.com/2015/01/19/ini-yang-terjadi-kalau-kades-di-kabupaten-sumedang-dimutasi

Hujan Ringan dengan Angin Menusuk Tulang Selimuti Sumedang

Begini kondisi cuaca di Sumedang, Selasa (13/1/2015) sekarang ini. Seja pagi hujan gerimis dan awan pun mendung serta hawa cukup dingin.  (jabar.tribunnews.com)
Sumedang, SN - Angin masih bertiup cukup kencang di Sumedang, Selasa (20/1/15). Apalagi dengan suhu yang cukup dingin membuat tiupan angin ini cukup menusuk tulang walaupun hari sudah siang. Apalagi sejak pagi hanya sesekali saja matahari menampakan sinarnya.

Menurut data prakiraan cuaca BMKG, Selasa ini Sumedang hujan ringan dan sesekali matahari menampakan diri dari selimut awan. Suhu Sumedang mencapai 22 sampai 31 derajat celsius dengan kelembaban 62 sampai 92 persen. Sedangkan kecepatan angin 20 km per jam dengan arah angin barat laut.
BMKG juga memberikan peringatan dini untuk mewaspadai hujan intensitas sedang dengan durasi yang cukup lama pada dini hari di wilayah Jawa Barat Bagian Timur. 

Sumber : http://jabar.tribunnews.com/2015/01/20/hujan-ringan-dengan-angin-menusuk-tulang-selimuti-sumedang

Pengendara Motor Tewas Ditusuk Kawanan Rampok di Jatinangor

SUMEDANG - Seorang pengendara motor tewas ditusuk di Jalan Raya Bandung, Garut, Jatinagor, Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (17/1/2015) malam.

Warga di Jalan Raya Bandung, tepatnya di Jatinagor digegerkan dengan tewasnya seorang pria bernama Sony Suhendar (32) akibat mengalami luka tusuk senjata tajam di bagian dada dan lehernya.
“Korban tewas setelah berkelahi dan ditusuk dengan senjata tajam,” ungkap seorang saksi mata bernama Cepy.

Sementara pelaku kabur dengan menggunakan sepeda motor milik korban ke arah Garut.
“Korban menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter MX dengan nomor polisi Z 3736 EK dibawa pelaku ke arah Garut setelah korban tersungkur bersimbah darah,” jelas saksi mata lain, Tanto.

Dia menambahkan, korban langsung dibawa polisi ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.
Petugas Polres Sumedang dan Polsek Jatinagor yang datang ke lokasi kejadian menemukan barang bukti SIM serta STNK milik korban. Polisi pun masih menyelidiki kasus tersebut.
 
Sumber : http://news.okezone.com/read/2015/01/18/340/1093692/pengendara-motor-tewas-ditusuk-kawanan-rampok-di-jatinangor

Ibu Hamil dan Bayi dalam Kandungannya, Bisa Didaftarkan ke BPJS

Ilustrasi (www.republika.co.id)
Sumedang - Ibu hamil termasuk bayi dalam kandungannya, bisa sekaligus didaftarkan menjadi peserta BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial). Ketika sudah didaftarkan, semua biaya persalinan di rumah sakit menjadi tanggungan BPJS. Begitu pula berbagai biaya perawatan dan pengobatan bayi di rumah sakit jika terjadi gangguan kesehatan atau pun kelainan fisik setelah dilahirkan.

“Perlunya bayi dalam kandungan didaftarkan ke BPJS, karena kepesertaan ibu hamil dalam BPJS tidak termasuk dengan bayi dalam kandungannya. Oleh karena itu, bagi ibu hamil bisa sekalian mendaftarkan bayi dalam kandungannya ke BPJS. Seandainya bayi yang dilahirkan menderita kelainan atau gangguan kesehatan, semua pembiayaan di rumah sakit bisa ditanggung oleh BPJS,” tutur Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Sumedang, Hilman Taufik WS kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (16/1/2015).

Menurut dia, syarat pendaftaran BPJS untuk bayi dalam kandungan, yaitu membawa hasil USG yang jenis kelaminnya sudah diketahui. Jenis kelamin bayi dalam kandungan, sudah bisa diketahui rata-rata usia kandungannya 4-5 bulan. “Ketentuan ini baru diterapkan sekarang atau mulai tahun ini. Oleh karena itu, saya memberitahukan kepada para ibu hamil khususnya yang usia kandungannya 4 bulan ke atas, bisa sekalian mendaftarkan bayi dalam kandungannya ke BPJS,” tutur Hilman.

Pendaftaran ibu hamil termasuk bayi dalam kandungannya, kata dia, perlu dilakukan secepatnya. Apalagi bagi ibu hamil yang usia kandungannya sudah tua, bahkan menjelang melahirkan. Sebab, tahun ini ada kebijakan baru. Kartu BPJS, baru berlaku seminggu sejak pendaftaran. Sementara sebelumnya, sehari sejak pendaftaran, kartu BPJS sudah bisa dipakai. Pemberlakuan kebijakan baru itu, khusus untuk peserta BPJS mandiri atau yang bukan tergolong masyarakat miskin.

“Kalau kepesertaan BPJS warga miskin yang sudah dilengkapi surat rekomendasi dari Dinas Sosial, kartu BPJS-nya bisa langsung dipakai setelah mendaftar. Kebijakan baru ini, perlu diketahui oleh masyarakat yang belum mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS. Jangan sampai, pendaftarannya mendadak ketika sakit atau dirawat di rumah sakit. Seandainya ada pasien yang membawa kartu BPJS yang belum berlaku, otomatis tergolong pasien umum atau harus membayar berbagai biaya pengobatan dan perawatan di rumah sakit,” katanya.

Lebih jauh ia menjelaskan, bagi peserta BPJS yang akan menjalani pengobatan atau perawatan di puskesmas dan rumah sakit, harus melalui prosedur yang ditetapkan BPJS. Bahkan tahun ini yang menginjak tahun kedua penerapan BPJS di Kab. Sumedang, tidak ada lagi toleransi bagi peserta yang menyalahi prosedur. Contohnya, bagi peserta BPJS yang bukan pasien UGD (Unit Gawat Darurat), harus melalui rujukan dari puskesmas apabila akan dirawat di rumah sakit. Jika melanggar, pasien tersebut harus membayar berbagai biaya rumah sakit. 

“Kalau tahun kemarin, masih ada kelonggaran atau toleransi. Peserta BPJS yang bukan pasien UGD, masih bisa ditangani di UGD. Namun, dampaknya petugas UGD sendiri yang keteteran menangani pasien yang bukan pasien UGD. Bahkan sebelumnya, jumlah pasien yang penyakitnya bukan gawat darurat tapi dirawat di UGD, hampir mencapai 40%. Nah, sekarang tidak ada toleransi. Semua pasien yang bukan pasien UGD, harus melalui rujukan dari puskesmas,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang keluarga pasien peserta BPJS, Enung warga Ciherang, Kec. Sumedang Selatan membenarkan, kartu BPJS sekarang ini baru bisa berlaku seminggu sejak pendaftaran. Hal itu, diketahui ketika ia mengurus langsung pendaftaran BPJS dua keponakannya yang menderita gangguan jantung dan pendarahan kandungan.

“Saya sendiri yang mengurus pendaftarannya. Kalau sebelumnya, kartu BPJS bisa langsung dipakai sehari setelah pendaftaran. Tapi sekarang, seminggu baru kartunya bisa dipakai. Untuk pendaftaran BPJS-nya mudah, cukup membawa KTP dan kartu keluarga. Khusus warga miskin, harus dilampiri surat keterangan miskin dari desa dan kecamatan,” kata Enung.
 
Sumber : http://m.pikiran-rakyat.com/node/312502

Siswa Kelas 5 SD Rawat Bapak dan Dua Kakaknya yang Lumpuh

Ridwan (berkaus biru) duduk menemani ayah dan dua kakaknya yang lumpuh di rumahnya yang semi permanen di Kampung Bojongloa, Desa Girimukti, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (16/1/2015).Tribun Jabar/Deddi Rustandi
 
Sumedang Utara, SN -
Usai sekolah, Ridwan Gunawan (11) tidak bisa bermain seperti teman sebanyanya. Siswa kelas lima SD Padasuka, Sumedang Utara itu, harus menjajakan gorengan dan makanan kecil keliling kampung.

Ridwan jarang mengisi perutnya lebih dulu. Ia lebih sering segera pergi ke rumah pemilik warung tak jauh dari rumahnya untuk mengambil barang dagangan yang akan dijualnya meniti undakan jalan yang curam dan berbukit. 

"Saya jualan seperti ini sejak kelas tiga SD,” kata Ridwan saat ditemui di rumahnya di RT 1 RW 6, Kampung Bojongloa, Desa Girimukti, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (16/1/2015).

Setiap hari ia baru pulang ke rumah sekitar pukul 15.00 WIB dengan membawa uang hasil jualan keliling. Besaran uang yang dibawa pulang tergantung, bisa Rp 5 ribu sampai Rp 8 ribu. Uang ini dipakai untuk kebutuhan sehari-hari.

Hari itu Ridwan sedang berkumpul dengan bapak dan kedua kakaknya. Kedua kaki bapak dan kedua kakaknya lumpuh. Ridwan harus membantu mereka berdiri untuk berjalan sambil tangannya berpegangan ke dinding rumah semi permanen.

Untuk membantu bergerak ke dapur dari ruang tengah, ke kamar mandi atau ke luar rumah, warga sekitar membuatkan pegangan dari batang-batang bambu. 

Setiap hari ia baru pulang ke rumah sekitar pukul 15.00 WIB karena harus berjualan makanan kecil dulu. Setelah itu, Ridwan merawat bapak dan kedua kakaknya. 

Pekerjaan mengangkat dan membobong bapak dan kedua kakaknya supaya bisa berdiri harus dilakukan Ridwan yang berbadan kekar ini. Dengan gerakan yang terbatas, kadang kedua kakaknya ikut membantu membereskan rumah.

Sering berjualan keliling kampung, membuat Ridwan dikenal warga. Tak sulit mencari rumah Ridwan ini. Warga di pangkalan ojek jalan Samoja-Padasuka pasti mengenal rumahnya. 

“Anak yang hebat, pulang sekolah jualan dan menjadi tulang punggung keluarga karena bapak dan kedua kakaknya lumpuh,” kata Mulyati (25) tetangganya.

Menurutnya, Ridwan memiliki tiga orang kakak, hanya saja yang dua lumpuh seperti bapaknya. Sedangkan kakaknya yang lain bekerja di Bandung. 

“Kakak yang bekerja di Bandung ini juga membantu dan mengirim uang setiap bulannya. Sementara ibunya bekerja juga di Bandung,” kata Mulyati.

Untuk kebutuhan hidup keluarga sehari-hari, tak jarang warga membantu keluarga Ridwan. “Kalau ada uang atau makanan atau besar kadang sering diberikan ke keluarga ini,” katanya.

Adeng (46), bapak Ridwan menderita lumpuh sejak 17 tahun yang lalu dan sekarang praktis tinggal di rumah saja. Begitu juga anak tertuanya, Holidin Abadi (24) yang menderita lumpuh di usia 16 tahun dan adiknya Devi Trisnawati (21) juga lumpuh sejak enam tahun lalu. 

Sementara kakaknya, Sukma Wiguna (18) harus keluar kota mencari pekerjaan. Begitu juga dengan ibunya, Sartini (45) yang bekerja di Bandung.

Selain menderita lumpuh, kedua kaki mereka kaku dan tak bisa digerakkan, sementara gerakan tangan mereka terbatas. Bahkan bicara mereka menjadi kelu dan tak jelas. 

“Awalnya badan terasa pegal, linu serta kepala pusing dan lama-lama kedua kaki tak bisa digerakan. Kalau sedang terasa sakit, sekujur badan sakit dan meriang,” kata mereka.

Menurut Lina (27), keluarga pernah membawa Adeng sempat dibawa ke dokter sebelum menderita kelumpuhan. "Kata dokter terserang rematik dan ada saraf yang terganggu," ungkapnya.

Selama ini Adeng dan kedua anaknya tak pernah diperiksa dari rumah sakit. "Hanya saja kedua anak saya rencananya akan dibawa ke rumah sakit oleh Pak RT," kata Adeng yang bicaranya tak jelas dan harus susah payah untuk berbicara.

Wakapolres Sumedang Kompol Tri Suryanti menjengguk keluarga ini dan memberikan bantuan berupa beras, makanan, bingkisan dan uang, Jumat (16/1/2015). 

Tri sempat berbincang-bincang dengan keluarga ini dan memuji Ridwan yang usianya masih sangat kecil tapi bekerja keras membantu dan merawat bapak serta kakak-kaknya. 

Sumber : http://mobile.tribunnews.com/regional/2015/01/16/perjuangan-anak-sd-bantu-bapak-dan-dua-kakaknya-yang-lumpuh

Polres Sumedang Bidik Kasus Korupsi di Pemerintahan Desa

Ilustrasi Korupsi.
Sumedang, SN - Polres Sumedang tahun 2015 ini membidik kasus korupsi di Pemerintahan Desa Wado, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang. Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Reskrim Polres Sumedang sudah meningkatkan penanganan kasus korupsi ini menjadi penyidikan.

"Tahun ini kasus dugaan korupsi yang dilakukan mantan Kepala Desa Wado sudah masuk tahap penyidikan," kata Kapolres AKBP Yully Kurniawan melalui Kasat Reskrim AKP Niko N Adi Putra, Minggu (4/1/15).
Menurutnya, sejak tahun 2008, aset Desa Wado dipakai jalan lingkar selatan Jatigede dan mendapat ganti rugi dari proyek Jatigede. "Total uang ganti rugi mencapai Rp 2 miliar lebih dan oleh kepala desa didepositokan di bank," katanya.

Namun, terang dia, ada jasa deposito senilai hampir Rp 500 juta yang tidak jelas pertanggungjawabannya. "Seharusnya jasa deposito itu masuk ke anggaran pendapatan belanja desa atau APBDes. Tapi ada jasa deposito senilai Rp 500 juta yang tak masuk ke kas desa dan tak bisa dipertanggungjawabkan," katanya.
 
Sumber : http://jabar.tribunnews.com/2015/01/04/polres-sumedang-bidik-kasus-korupsi-di-pemerintahan-desa

Persib Pastikan Tanpa Penyerang Asing di LCA

Djadjang Nurdjaman, pelatih Persib Bandung.
PADANG, SN - Persib Bandung dipastikan tidak diperkuat penyerang pemain asing di play off Liga Champions Asia (LCA) melawan Hanoi T&T pada 14 Februari. Itu karena tim Persib sudah mendaftarkan 22 pemainnya untuk ajang itu.

"Kami sudah daftarkan 22 pemain untuk LCA nanti. Tanpa penyerang pemain asing," kata pelatih Persib Djadjang Nurdjaman di Hotel Ibis Padang, Minggu (4/1).

Seperti diketahui, satu pemain asing asal Brasil yakni Maycon Rogerio Calijuri tengah menjalani seleksi sebagai penyerang di Persib. Bahkan, ia diturunkan di laga perdana Persib pada Turnamen Piala Wali Kota Padang melawan tim PSP Padang.

"Saya tidak akan memaksakan. Di LCA kami akan tampil dengan pemain yang ada," ujarnya.
Hanya saja, ia menegaskan tidak diperkuatnya Persib oleh pemain asing di posisi penyerang, bukan berarti timnya pesimis menghadapi play off nanti.

"Tentu aja bukan pesimis karena kami masih belum memutuskan siapa penyerang asingnya. Maycon atau Koh Traore yang katanya mau datang Selasa (6/1)," ujarnya.
 
Sumber : http://jabar.tribunnews.com/2015/01/04/persib-pastikan-tanpa-penyerang-asing-di-lca

Top