Advertise Here

Minggu, 05 Maret 2017

Warta Urang

Rawan Pangan, Bupati Komunikasi dengan Pusat

   
Sumedang - Pemkab Sumedang secara intens berkomunikasi dengan pemerintah pusat guna menyikapi kerawanan pangan di wilayah relokasi Waduk Jatigede.

Selain itu, pemkab juga akan memantau langsung ke delapan lokasi relokasi yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Sumedang. Bupati Sumedang Eka Setiawan mengatakan, kerawanan pangan di wilayah relokasi terjadi karena warga terdampak Waduk Jatigede masih dalam tahap adaptasi peralihan profesi.

“Warga yang tadinya punya lahan garapan sawah sekarang harus terbiasa dengan profesi barunya,” ujarnya di Gedung Negara, kemarin. Untuk itu, kata dia, sebagai upaya jangka menengah dan jangka panjang, Pemkab Sumedang akan fokus membantu warga terdampak dalam proses alih profesi hingga mencarikan solusi bagi warga yang sudah tidak memiliki lahan garapan namun masih menganggur.

“Untuk alih profesi kami akan membantu memfasilitasi warga agar memiliki mata pencaharian tetap yang bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Juga mengupayakan penyediaan lahan yang ada dan masih berpotensi untuk bisa digarap warga terdampak,” tuturnya.

Sebagai upaya jangka pendek dalam menghadapi kerawanan pangan yang terjadi, kata dia, Pemkab Sumedang akan memberikan bantuan langsung berupa sembako kepada warga terdampak. “Langkah jangka pendeknya kami akan memberikan bantuan langsung berupa sembako kepada warga terdampak untuk memenuhi kebutuhan beberapa bulan ke depan,” sebutnya.

Selain itu, lanjut dia, untuk penyelesaian berbagai persoalan pascapenggenangan Waduk Jatigede, pihaknya tak henti melakukan berbagai upaya dengan berkomunikasi dengan Pemprov Jabar dan pemerintah pusat.

“Pemkab Sumedang sudah banyak berdiskusi dengan pemerintah pusat melalui BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) dan akan terus berupaya menyelesaikan berbagai persoalan yang ada, termasuk penyelesaian jalan di lokasi relokasi, Jalan Lingkar Jatigede hingga masalah potensi kerawanan pangan yang dihadapi warga terdampak pascapenggenangan,” katanya.
aam aminullah

Sumber : http://www.koran-sindo.com/news.php?r=5&n=30&date=2017-03-04
Warta Urang

Ini Penampakan Jalan Nasional di Sumedang, Mirip Bubur Campur Lumpur

   
Ini Penampakan Jalan Nasional di Sumedang, Mirip Bubur Campur Lumpur
Sumedang News, Tomo – Ruas jalan nasional Sumedang-Cirebon di kawasan Tomo mulai Sepang sampai Cireki, Desa Bugel hancur. Bahkan saat musim hujan ini jalan nasional ini menjadi kubangan lumpur. Akibat jalan rusak berat ini arus lalu lintas terganggu dan terjadi antrean karena jalan kendaraan merayap.
“Beberapa kali kendaraan truk terguling karena jalan rusak dan lubangnya cukup besar sehingga sering truk terbalik,” kata Rudayat warga Cireki, Desa Bugel, Kecamatan Tomo, Jumat (3/3/2017).

Rusaknya jalan di kawasan ini cukup panjang dan membuat pengendara memilih jalan yang masih lumayan mulus ke arah kanan dari Sumedang. “Kerusakan jalan ini sejak truk-truk pengangkut pasir dari Cimalaka atau Paseh tujuan Jakarta melintas jalan ini menuju gerbang jalan Tol Cipali di Majalengka. Kerusakan jalan itu sebelah kiri dari arah Sumedang,” katanya.

Ratusan truk saran muatan pasir dengan melebihi tonase kerap melintas jalan nasional ini. Akibatnya jalan menjadi rusak dan saat musim hujan ini menjadi kubangan lumpur. “Saat hujan jalan dipenuhi lumpur,” katanya.

 Pengendara motor harus memilih jalan ke sisi kanan dari arah Sumedang sehingga mengamil jalur kendaraan dari arah Cirebon. Pengendara motor tak mau masuk ke kubangan lumpur yang cukup dalam.

Rusaknya ruas jalan di Kecamatan Tomo menuju Kadipaten ini menuai beragam komentar para pengguna jalan juga netizen. Warga yang melintas kawasan ini kerap memotret kondisi jalan dan membagikan di media sosial. “Ini jalan nasional, kewenangan ada di Provinsi Jabar tapi jalan ini akan tetap rusak selama kiri kanannya tak ada saluran air. Saat hujan air tumpah ke tengah jalan,”kata Anang Supriatna, netizen.

Menurutnya, air yang masuk ke jalan membuat asapal rusak ditambah kendaraan berat melebihi kapasitas jalan maka kerusakan menjadi sempurna.

Ayi Sopyan (41) sopir truk yang terguling di kawasan Sepang, Desa Bugel, Tomo menyebutkan lubang di jalan cukup dalam sehingga truk yang dikendarainya tak bisa dikendalikan. “Saat hujan tak terlihat kedalaman lubang, saat mobil masuk langsung oleng dan terguling,” kata sopir asal Karawang yang truknya mengakut kayu paket dari Sukabumi tujuan Cirebon, Jumat (3/3/2017). (std)
 
Sumber : http://jabar.tribunnews.com/2017/03/04/mirip-bubur-campur-lumpur-ini-penampakan-jalan-nasional-di-sumedang
Warta Urang

Festivel Pesona Jatigede akan digelar 15-16 April 2017

   
Festival Pesona Jatigede April 2017

Sumedang - Waduk Jatigede Sumedang yang mulai diairi 31 Agustus 2015 bersamaan dengan peresmiannya tersebut mulai dikelola untuk tujuan wisata. Beberapa penduduk memanfaatkan untuk wisata berlayar di waduk dengan perahu sewa juga membuat spot-spot khusus.

Waduk Jatigede memiliki fungsi antara lain: untuk perairan di Kabupaten Sumedang dan sekitarnya; Sebagai PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) sebesar 110 Megawatt; pengendalian banjir seluas 14 ribu hektare;  sebagai tempat wisata di Kabupaten Sumedang. Sebagai salah satu destinasi wisata Sumedang, di area Waduk Jatigede mulai bergeliat beberapa objek wisata, salah satunya Tanjung Duriat.

Spot Tanjung Duriat berada Desa Pajagan, Kecamatan Cisitu dimana tanahnya berada di ketinggian. Tempat ini cocok untuk sebagai area pandang melihat luasnya Waduk Jatigede. Jika di Cisema mempunyai konsep wisata air, di Tanjung Duriat merupakan tempat wisata yang memperlihatkan sebuah pemandangan Waduk Jatigede.

Sesuai namanya Tanjung Duriat bermakna tanah yang menjorok ke perairan yang bersuasana penuh cinta/kasih sayang (Sunda = duriat). Tak heran tempat ini semakin ngehits di kalangan netizen. Banyak netizen yang berkunjung ke tempat rekreasi ini untuk menikmati keindahannya dan berfoto-foto.

Di tempat wisata ini pun terdapat spot berupa plang dengan tulisan "Tanjung Duriat" berwarna merah dengan di antara dua kata ada simbol love. Inilah spot wisata yang menyajikan sisi romantisme objek wisata Waduk Jatigede. Tempat wisata ini berdiri di lahan Perum Perhutani, hasil kerja sama antara Perum Perhutani KPH Sumedang dengan LMDH Desa Pajagan.

Festival Peson Jatigede 2017
Untuk lebih mempromosikan destinasi wisata baru di Sumedang tersebut, pada Sabtu dan Minggu, 15-16 April 2017 bakal digelar event Festival Pesona Jatigede. Kegiatan yang diselenggarakan di area Tanjung Duriat, Waduk Jatigede Sumedang ini akan menyajikan pameran dan bazar; pagelaran seni budaya Sunda; 1 day trail adventure pada 15 April 2017; serta penanaman pohon dan penebaran benih ikan.

Sedangkan untuk hiburan, event ini bakal menghadirkan Rossa, penyanyi nasional asal Sumedang. Juga bakal diramaikan dengan persembahan Sakata Band, Wox Matta Band, Batras Band, La Swara Band, Lises STKIP Unsap Sumedang, seni kuda renggong, seni tari gending karesmen Ujang Bejo, dan kesenian Tarawangsa.

Untuk informasi pendaftaran bisa menghubungi di nomor telepon 0853-1668-0457 (adventure), 0823-1916-8716 (pameran dan bazar), 0853-6364-4347 (informasi event).

Sumber : http://www.wisatajabar.com/2017/03/festival-pesona-jatigede-digelar-15-16.html
Warta Urang

Sering Diganggu Oknum, Para Kades Ngadu Ke Kejari

   
Sering Diganggu Oknum, Para Kades Ngadu Ke Kejari
Sumedang Nes, Sukasari - Sejumlah kepala desa (Kades) di Kecamatan Sukasari, Kab. Sumedang, curhat ke aparat Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumedang.
Mereka, mengaku kesal terkait maraknya oknum yang mengklaim “balad” aparat dari Kejari Sumedang, namun kiprahnya membuat tidak nyaman. 
Sehingga, belum lama ini para kades mempertanyakan secara langsung soal itu kepada Kejari Sumedang.
Mereka bertanya, terkait apa saja yang menjadi dasar Kejari Sumedang dalam melakukan penyelidikan.
Ketua Apdesi Kec. Sukasari, Setiawan Saputra SE menjelakab hal itu kepada Kabar Priangan Online, Sabtu (4/3/2017).
Dikatakan dia, tak sedikit oknum tersebut datangnya hanya menakut-nakuti para kades. Bahkan, acap kali mengatakan terkait hasil temuannya, akan dimuat di media masa serta akan dilaporkan ke Kejari Sumedang.
“Belum lama ini kami menyampaikan persoalan itu ke aparat Kejari Sumedang. Masalah itu, disampaikan langsung ketika penyuluhan soal hukum oleh Kejari, di Kec. Sukasari,” katanya.
Didampingi beberapa kades lainnya, Ia mengatakan bahwa para kades sebenarnya tak mempersoalkan benar atau tidak terkait pengakuan dari oknum tersebut.
Karena, Ia sangat percaya bahwa para kades pun sudah bisa menentukan tentang kebenaran dari pengakuannya itu. 
Namun, tetap saja kehadirannya cukup mengganggu, karena sekedar mencari kesalahan terkait realisasi program pembangunan di desa.
“Biasanya, oknum tersebut mengatasnamakan awak media atau dari lembaga tertentu yang juga mengaku memiliki kedekatan khusus  dengan petugas Kejari Sumedang,” katanya.
Jika hal seperti itu tak ditekan, kata dia, para kades pun menjadi tak nyaman dan wibawa Kejari Sumedang pun dipastikan ikut tercoreng, jika memang itu oknum.
Menanggapi persoalan tersebut, Kasi Datun (Perdata dan Tata Usaha Negara) Kejari Sumedang, Guntur berharap agar para kades melaporkan ke Kejari Sumedang, jika menemukan persoalan seperti itu. 
“Bila perlu, ayo kita bersama-sama kita membuat jebakan terhadap orang tersebut. Jika, memang gelagatnya mengarah ke tindakan dugaan melawan hukum,” ucapnya baru-baru ini, didampingi Kasi Intel, Sofian Hadi.
Diharapkan, para kades untuk tak sungkan komunikasi denga Kejari Sumedang, jika ada sesuatu hal yang tak mengerti soal hukum. (Azis Abdullah)

Sumber : http://kabarpriangan.co.id/sering-diganggu-oknum-para-kades-ngadu-ke-kejari/