Jumat, 03 Mei 2013

Warta Urang

Caleg Mengeluh Disuruh Gambar Pohon

   

TRIBUNNEWS.COM, SUMEDANG - Bakal calon legislatif (Caleg) DPRD Sumedang menilai tes kejiwaan seperti anak kecil. Para bakal caleg ini diminta menggambar pohon dan bisa dengan variasi lainnya seperti pemandangan atau manusia dalam waktu 15 menit.

"Walaupun disuruh menggambar pohon, ada juga caleg yang mengeluh karena soal yang diberikan seperti pada anak kecil," kata Psikolog Atu Siti Fitriannie di rumah sakit umum daerah (RSUD) Sumedang, Kamis (2/5/2013).

Atu yang juga pelaksana tes kejiwaan mengaku tes yang diberikan  dengan psikotes sederhana untuk mengetahui kepribadian seseorang. Namun meski kesal, bakal caleg mengerjakan gambar pohon sampai selsesai.

Menurut Atu, hasil tes mengambar akan diperiksa dan jika ada peserta dengan hasil tesnya menunjukan menyimpang atau aneh dari ketentuan-ketentuan seorang calon anggota legislatif maka akan dilanjutkan dengan tes wawancara dengan cara memanggil bakal caleg tersebut melalui partainya. "Jika hasil wawancara masih menunjukan hasil yang aneh, maka akan dilakukan tes Minnesota Multiphasic Personality Disorder (MPPI)," katanya.

MPPI merupakan tes untuk mengetahui  kepribadian seseorang, terutama gangguan-gangguan psikologis yang ada di dalam diri seseorang, seperti gangguan anti sosial, gangguan seksual, gangguan depresi, dan kehohongan.

Sementara itu, Ketua KPU Asep Kurnia melakukan monitoring terkait pelaksanaan tes kejiwaan para caleg di RSUD. Kegiatan sudah berjalan selama tiga pekan.

"Kami hanya monitor saja apakah sudah banyak bakal caleg yang mengikuti proses ini," kata Asep. Sampai pekan ketiga sudah 360 dari 552 bakal caleg. Tes kejiwaan merupakan syarat menjadi bakal caleg. 
 
Sumber : http://www.tribunnews.com/2013/05/03/caleg-mengeluh-disuruh-gambar-pohon?g_q=sumedang

Warta Urang

About Warta Urang

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :