Jumat, 22 Maret 2013

Warta Urang

Baru 6% Mata Air di Sumedang Dikonservasi

   

Sumedang News, Sumedang - Dari jumlah mata air di Sumedang sebanyak 764 titik, baru 6%-nya atau 45 mata air yang sudah dilakukan konservasi oleh Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Sumedang. Sementara sisanya, masih dibiarkan begitu saja tanpa ada kegiatan konservasi.

“Di Sumedang itu ada 764 mata air yang tersebar di seluruh wilayah, sementara mata air yang baru dikonservasi itu baru 45 lokasi saja, itupun sejak 2001 sampai 2012,” kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pemantauan Lingkungan Hidup, BLHD Sumedang Nana Karyana, Kamis (21/3).

Kegiatan konservasi ini rutin dilakukan sejak 2001 sampai 2010 meski setiap tahunnya tidak banyak yang dikonservasi. Rata-rata setiap tahunnya 5 mata air dikonservasi.

Pada 2006, ada 10 mata air yang konservasi. Pada 2011, BLHD tidak mengadakan koservasi. Begitu juga pada tahun ini, direncanakan tidak akan ada kegiatan konservasi dengan alasan tidak ada biaya.

Konservasi yang didanai dari berbagai sumber keuangan ini dilakukan dengan cara penanaman pohon di sekitar mata air. Masyarakat diminta terlibat langsung dalam kegiatan ini agar untuk kedepannya bisa menjaga dan terus melesarikan wilayah hulu air ini.

“Tidak ada kerja sama dengan dinas terkait lainnya, melainkan dengan cara melibatkan partisipasi masyarakat karena mereka jugalah yang nantinya harus menjaga dan melestarikannya,” kata Nana.

Setiap kegiatan konservasi, BLHD melakukannya berdasarkan permintaan atau ajuan dari masyarakat. Tidak ada kajian teknis apapun mengenai mata air dan wilayahnya ini. BLHD memberi keleluasaan kepada masyarakat sekitar mata air dalam hal penanaman.

BLHD sendiri pernah berinisiatif mengonservasi suatu lokasi mata air dengan pertimbangan teknis, seperti debit air yang sudah berkurang yang dibuktikan dengan penelitian.

Menurut nana, untuk satu kegiatan konservasi, biasanya dialokasikan dana sebanyak Rp50 juta, baik yang bersumber dari APBN, APBD Provinsi, maupun APBD Sumedang. Dana dari APBN diturunkan melalui Dana Alokasi Khusus untuk lingkungan hidup.

Seperti pada 2012 lalu, ada dua mata air yang dikonservasi dengan sumber dana berbeda, yaitu mata air Padanaan di Desa Padanaan Kecamatan Paseh menggunakan DAK lingkungan hidup dan mata air Karangheuleut menggunakan APBD Sumedang.

Sumber : http://m.inilah.com/read/detail/1970107/baru-6-mata-air-di-sumedang-dikonservasi

Warta Urang

About Warta Urang

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :