Sabtu, 29 Juni 2013

Warta Urang

Warga Cileuksa Bersatu Blokir Ruas Jalan Cileuksa-Congeang

   

Warga Cileuksa Bersatu Blokir Ruas Jalan Cileuksa-Congeang
Sumedang Newss, Conggeang - Warga Cileuksa, Desa Legok Kaler, Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang, melakukan pemblokiran jalan rusak di jalur Legok-Cileuksa, Jumat (28/6/2013). Akibatnya, arus lalu lintas Legok-Conggeang lumpuh total. Pengguna jalan termasuk angkutan umum yang melintasi jalan ini terpaksa harus memutar.

Aksi warga dipicu kekesalan mereka karena jalan sepanjang 1,7 km itu rusak berat akibat sering dilalui kendaraan pengangkut pasir. Sejumlah wilayah di kaki Gunung Tampomas memang merupakan lokasi galian pasir dan batu. Jalan ini nyaris tanpa aspal dan lebih mirip jalur offroad.

"Kami mohon maaf untuk pengguna jalan yang terganggu atas aksi ini. Kami menutup jalan ini supaya pemerintah dan pengusaha galian segera memperbaiki jalan ini," kata koordinator gerakan aksi masyarakat, Jajang Parman (47), di lokasi aksi.

Selain menutup jalan dengan melintangkan bangku dan bambu, warga juga mengalirkan air selokan ke jalan. Sehingga jalan yang rusak berat dan nyaris tak ada aspal itu menjadi seperti sungai. Warga kemudian melepaskan ikan lele di jalan yang berlubang menganga kemudian memancingnya.

Usai aksi memancing ikan, anak-anak kecil juga berebut menangkap ikan lele di lubang jalan yang berubah menjadi kolam kecil.

"Kami akan menutup jalan ini untuk truk pengangkut pasir dan batu. Pokoknya sebelum jalan ini diperbaiki maka truk tak boleh mengakut pasir," kata Jajang yang juga mantan Kepala Desa Legok Kaler ini.

Menurutnya, jalur jalan ini hanya bisa dilalui angkutam umum dan kendaraan lain non pengangkut pasir. "Kendaraan lain dan umum non truk pengangkut pasir bisa melalui jalan ini lagi. Aksi pemblokiran total itu untuk menarik perhatian pemerintah dan pengusaha," katanya.

Sebab, terang Jajang, sudah sering warga menyampaikan aspirasi dan keluhan itu ke pemerintah. "Tapi tak pernah ada realisasi, jalan tetap semakin rusak dan warga dirugikan," katanya.

Di lokasi kaki Gunung Tampomas blok Cileuksa ini ada enam pengusaha galian pasir yang terus mengerogoti pasir dan batu. Setiap hari sedikitnya 600 truk hilir mudik mengangkut pasir membuat jalan di sepanjang 1,7 km dari mulut jalan raya Sumedang-Cirebon rusak parah.

"Kalau musim kemarau debunya beterbangkan dan banyak membuat warga terkena penyakit pernapasan. Sehingga untuk mengurangi debu, air selokan dibelokkan ke jalan supaya tak berdebu," kata warga.

Jajang mengatakan, pengusaha harus bertangungjawab dan juga turut memperbaki kerusakan jalan. "Pengusaha itu mengeruk keuntungan di wilayah kami dan meminta untuk menyisihkan keuntungan itu untuk memperbaiki jalan yang rusak," katanya.

Sumber : www.tribunnews.com/2013/06/29/warga-cileuksa-bersatu-blokir-ruas-jalan-cileuksa-congeang

Warta Urang

About Warta Urang

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :